Artikel, Khazanah & Edukasi ZISWAF
Perkaya wawasan keislaman, panduan fiqih zakat praktis, inspirasi sedekah, dan artikel kebaikan bersama LAZNAS DOMYADHU.
Koleksi Artikel Edukasi
Tersedia 8 artikel kajian, fiqih zakat, dan inspirasi ibadah.
star
Artikel Utama
Apa itu Kurban? Bagaimana caranya berkurban?
Kurban (dalam bahasa Arab: قربان, dibaca 'Qurban') artinya adalah “mendekatkan diri”. Dalam Islam, kurban juga dikenal dengan istilah 'Udhhiyah' atau 'Dhahiyyah', yang secara harfiah berarti hewan yang disembelih. Ibadah kurban adalah salah satu bentuk pengabdian seorang Muslim kepada Allah, dengan menyembelih hewan ternak sebagai bentuk ketaatan dan cinta kepada-Nya. Ibadah ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah (hari raya Iduladha), dan bisa juga pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah (hari Tasyrik)Latar belakang sejarahDalam Al-Qur’an, Allah menceritakan dua kisah penting tentang kurban. Yang pertama adalah kisah Habil dan Qabil, yaitu dua anak Nabi Adam. Yang kedua adalah kisah Nabi Ibrahim yang diminta untuk menyembelih anaknya, Ismail, sebagai bukti ketaatan.Habil dan QabilDiceritakan dalam Al-Qur’an bahwa Habil dan Qabil mempersembahkan kurban kepada Allah. Kurban Habil diterima karena ia ikhlas dan bertakwa, sedangkan kurban Qabil ditolak karena niatnya tidak benar. Qabil marah dan membunuh saudaranya.“Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27)Kisah ini mengajarkan bahwa kurban bukan soal besar atau kecilnya hewan yang disembelih, tapi soal keikhlasan hati dalam memberi.Ibrahim dan IsmailNabi Ibrahim mendapatkan mimpi dari Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail. Tanpa ragu, Ismail patuh. Dan ketika penyembelihan akan dilakukan, Allah menggantinya dengan seekor domba."Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu... dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Saffat: 102–107)Kisah ini adalah simbol puncak keikhlasan dan ketaatan. Sebuah cinta kepada Allah yang tak tertandingi. Hari ini, kita mengenangnya dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada yang membutuhkan. DALILAl-Qur’an mengajarkan kita untuk tidak hanya mendirikan salat, tetapi juga berkurban:"Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kausar: 2)Rasulullah SAW juga bersabda:"Siapa yang mampu berkurban namun tidak melakukannya, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)Bahkan, setiap helai rambut hewan kurban punya nilai di sisi Allah:“Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan... dan setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)Mayoritas ulama menyatakan bahwa kurban hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), terutama bagi yang mampu. Ini bukan kewajiban, tapi panggilan hati. Hanya Imam Abu Hanifah yang berpendapat bahwa kurban itu wajib.Tapi pikirkanlah, jika kita mampu beli kopi seharga Rp 50.000 setiap hari, atau gadget jutaan rupiah, mengapa kita tidak menyisihkan sebagian untuk kurban yang hanya setahun sekali? Sebuah tindakan kecil dari kita, bisa jadi senyum besar bagi banyak keluarga di luar sana.Kurban Bukan Cuma Tradisi, Tapi Aksi Nyata untuk SesamaSetiap tahun, Idul Adha datang membawa pesan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian. Tapi bagi generasi milenial, kurban bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah momen untuk ambil peran dalam perubahan sosial yang nyata.Kurban yang Berdampak NyataDi tengah hiruk pikuk kota seperti Jabodetabek, mudah sekali terlewatkan makna mendalam dari kurban. Padahal, di luar sana masih banyak saudara kita yang jarang atau bahkan belum pernah merasakan daging segar. Lewat kurban di Dompet Yatim dan Dhuafa, kamu bisa memastikan daging kurbanmu sampai ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan: anak-anak yatim, kaum dhuafa, masyarakat di daerah terpencil, dan mereka yang jarang tersentuh bantuan.Kurban Kini Gak RibetGak sempat ke pasar hewan? Tenang. Kurban bareng Dompet Yatim dan Dhuafa bisa dilakukan secara online, transparan, dan aman. Kamu cukup klik, transfer, dan kurbanmu siap dikirimkan ke lokasi-lokasi pelosok yang membutuhkan. Semua proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat, serta kamu pun bisa hadir di lokasi penyembelihan atau pun request video proses penyembelihan hewan kur
Edukasi
Pahlawan Era Modern
Menjadi Pahlawan dengan Sedekah: Kepedulian untuk Anak Yatim, Dhuafa, Janda, dan Lansia di Hari PahlawanTahukah kamu bahwa kita semua bisa menjadi pahlawan, bahkan tanpa senjata atau medali? Di Hari Pahlawan, 10 November, kita diingatkan akan pengorbanan para pahlawan bangsa. Namun, di era modern ini, setiap orang juga bisa menjadi pahlawan dalam kehidupan sehari-hari—terutama bagi mereka yang membutuhkan, seperti anak yatim, dhuafa, janda, dan lansia. Dengan sedikit kepedulian, Anda bisa membuat perbedaan besar dalam hidup mereka melalui sedekah.Setiap hari, jutaan anak yatim, dhuafa, janda, dan lansia di Indonesia menghadapi tantangan yang tidak mudah. Mereka berjuang untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi. Anak-anak yatim dan dhuafa kerap kali tidak memiliki akses yang memadai untuk pendidikan dan kebutuhan pokok. Sementara itu, banyak janda dan lansia hidup dalam kesendirian, berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa dukungan.Hari Pahlawan tidak hanya tentang mengenang para pejuang yang gugur untuk kemerdekaan bangsa, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa melanjutkan semangat kepahlawanan itu di masa kini. Salah satu cara yang paling sederhana namun berdampak besar adalah melalui sedekah.Sedekah adalah bentuk kepedulian yang dapat kita berikan kepada sesama. Dalam ajaran agama, sedekah memiliki nilai yang sangat besar, terutama ketika diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan seperti anak yatim, dhuafa, janda, dan lansia.Bayangkan bagaimana bantuan Anda bisa membantu seorang anak yatim mendapatkan pendidikan yang layak, atau bagaimana santunan Anda bisa memberikan makanan bagi seorang janda yang hidup dalam kesulitan. Dengan memberikan sedikit dari rezeki kita, kita bisa menjadi pahlawan bagi mereka yang membutuhkan.Program sedekah untuk kelompok ini bisa mencakup berbagai hal, seperti:- Bantuan pendidikan untuk anak yatim dan dhuafa agar mereka dapat terus belajar tanpa khawatir tentang biaya.- Bantuan pangan dan kebutuhan sehari-hari untuk janda dan lansia agar mereka dapat hidup dengan lebih layak.- Santunan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh para lansia yang mungkin sudah tidak mampu lagi bekerja.Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah lansia di Indonesia mencapai lebih dari 29 juta jiwa pada tahun 2023, dan sebagian besar dari mereka hidup dalam kemiskinan. Selain itu, terdapat sekitar 4,1 juta anak yatim piatu di Indonesia yang membutuhkan dukungan pendidikan dan kesejahteraan. Melihat angka-angka ini, jelas bahwa kita semua bisa berperan menjadi pahlawan dalam kehidupan mereka.(Badan Pusat Statistik. Jumlah Lansia di Indonesia 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2023.)Seperti kisah Rehan, seorang anak yatim yang bercita-cita menjadi Guru. Dengan bantuan dari program pendidikan bagi anak yatim dhuafa , ia kini dapat menamatkan sekolahnya di Pondok Pesantren Modern Al Araf dan lanjut mengejar impiannya (Guru) dengan ngabdi kepada Pondoknya. Dengan mengawali di Asrama Asuh Dompet Yatim dan Dhuafa (DOMYADHU) cabang Beji, Kota Depok, hingga kini bisa menjadi seorang Ustadz Hafidz 30 Juz. Tanpa bantuan tersebut, mungkin ananda Rehan harus berhenti sekolah dan kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.Di Hari Pahlawan ini, mari kita semua menjadi pahlawan bagi sesama. Tidak perlu pedang atau medali untuk disebut pahlawan. Dengan sedekah, kita bisa menyelamatkan masa depan seorang anak yatim, memberikan senyum bagi seorang janda, dan meringankan beban seorang lansia.Anda bisa mulai dari hal kecil seperti, sedekah sederhana yang Anda berikan bisa mengubah hidup mereka yang paling membutuhkan. Mari bersama-sama menciptakan generasi pahlawan baru yang peduli, penuh kasih, dan berani bertindak. Yuk, sedekah sekarang juga dan jadilah pahlawan bagi anak yatim, dhuafa, janda, dan lansia di sekitar kita!
Edukasi
Sedekah Yatim : Investasi pahala yang mengubah dunia
Sedekah yatim mungkin sudah sering kita dengar sebagai bentuk kepedulian sosial yang mulia. Namun, apakah kita benar-benar menyadari betapa dahsyatnya kekuatan dari setiap rupiah yang kita sumbangkan? Dalam dunia yang semakin sibuk dan penuh dengan berbagai aktivitas, sedekah terkadang menjadi hal yang terlupakan atau hanya dianggap sebagai "tambahan" dalam hidup kita. Padahal, ada rahasia besar yang bisa mengubah pandangan kita tentang sedekah, khususnya di Yayasan Dompet Yatim dan Dhuafa (Domyadhu).Lebih dari Sekedar UangKita sering menganggap sedekah sebagai kegiatan memberikan uang kepada mereka yang membutuhkan. Tetapi, di Domyadhu, sedekah yatim memiliki makna yang lebih dalam. Ini bukan hanya tentang uang yang berpindah tangan, tetapi tentang bagaimana setiap rupiah yang disumbangkan menjadi benih yang tumbuh dan memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan anak-anak yatim.Pikirkan sedekah Anda sebagai investasi. Ya, investasi! Bayangkan, setiap rupiah yang Anda donasikan menjadi modal yang akan menghasilkan "dividen" pahala yang terus mengalir. Di Domyadhu, sedekah tidak hanya berhenti pada memberi, tetapi pada membentuk generasi yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.Domyadhu: Inovasi dalam SedekahDomyadhu memahami bahwa dunia terus berubah, begitu pula cara kita bersedekah. Dengan teknologi yang ada, Domyadhu memberikan platform yang memudahkan kita untuk berbagi, bahkan tanpa harus meninggalkan rumah. Melalui website dan aplikasi, sedekah bisa dilakukan dalam hitungan detik, namun efeknya akan bertahan seumur hidup.Tapi bukan itu saja yang membuat Domyadhu anti mainstream. Di sini, sedekah tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para yatim. Domyadhu memiliki program-program yang inovatif, seperti pembinaan keterampilan, pendidikan berbasis teknologi, dan dukungan kesehatan yang menyeluruh. Setiap donasi yang masuk dialokasikan secara transparan dan efektif untuk memastikan bahwa setiap anak yatim mendapatkan peluang terbaik dalam hidupnya.Sedekah dengan Sentuhan PersonalBayangkan jika Anda bisa melihat langsung dampak dari sedekah Anda. Domyadhu menawarkan pengalaman yang unik, di mana donatur bisa mendapatkan update langsung tentang bagaimana sumbangan mereka digunakan. Melalui laporan berkala, video, dan surat dari anak-anak yatim, Anda akan merasakan hubungan personal yang kuat dengan mereka yang Anda bantu. Ini bukan lagi sekadar memberi, tetapi menciptakan ikatan yang mendalam antara Anda dan mereka.Berkah yang Terus MengalirSedekah di Domyadhu bukanlah sedekah biasa. Ini adalah sedekah yang penuh dengan inovasi, transparansi, dan dampak jangka panjang. Dengan mendukung Domyadhu, Anda tidak hanya membantu anak-anak yatim memenuhi kebutuhan mereka hari ini, tetapi juga memastikan mereka memiliki masa depan yang cerah dan penuh harapan.Jadi, mengapa harus menunggu? Jadilah bagian dari perubahan besar ini dengan bersedekah di Domyadhu. Investasikan sebagian dari apa yang Anda miliki, dan lihatlah bagaimana berkah tersebut mengalir kembali kepada Anda dalam bentuk yang tidak terduga. Domyadhu telah menyiapkan platform terbaik untuk Anda menanam benih pahala yang akan terus tumbuh, bahkan setelah kita tiada.Ayo, mari kita jadikan sedekah sebagai investasi abadi yang akan mengubah dunia, satu anak yatim pada satu waktu. Anda siap untuk menjadi bagian dari kisah besar ini?
Edukasi
Niat Zakat Fitrah
Pada bulan Ramadhan umat Islam tidak hanya wajib melaksanakan ibadah puasa, namun umat Islam juga diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah. Perintah menunaikan zakat fitrah ini berdasarkan dari hadist berikut ini.“Rasulullah telah mewajibkan mengeluarkan zakat fitrah (pada bulan Ramadhan kepada setiap manusia)” (HR Bukhari Muslim)“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadhan sebanyak satu sha kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya laki-laki atau perempuan” (HR. Bukhari Muslim).Namun apakah sudah tahu mengenai bacaan niat ketika hendak menunaikan zakat fitrah?Niat zakat fitrah disyaratkan dibaca ketika hendak menyerahkan zakat, baik di dalam hati maupun boleh juga dilafalkan untuk tujuan memantapkan. Perlu diketahui niat zakat fitrah berbeda-beda tergantung dari apakah zakat itu untuk diri sendiri, niat zakat fitrah untuk istri, niat zakat fitrah untuk anak perempuan, niat zakat fitrah untuk anak laki-laki, atau niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan.Berikut ini ialah bacaan niat-niat zakat ftrah.1. Untuk diri sendiri:Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri an nafsî fardhan lillaahi ta alaaArtinya, "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta ala."2. Niat Zakat Fitrah Mewakili IstriNawaitu an ukhrija zakatal fitri an zaujati fardhan lillahi ta alaArtinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta ala,"3. Niat Zakat Fitrah Mewakili Anak laki-lakiNawaitu an ukhrija zakatal fitri an waladi (sebutkan nama) fardhan lillahi ta ala.Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta ala,"4. Niat Zakat Fitrah Mewakili Anak PerempuanNawaitu an ukhrija zakatal fitri an binti (sebutkan nama) fardhan lillahi ta ala.Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta ala,"5. Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri dan keluargaNawaitu an ukhrija zakatal fitri anni wa an jami i ma talzamuni nafawatuhum fardhan lillahi ta ala.Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah utnuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah Ta ala,"6. Niat Zakat Fitrah untuk orang yang diwakilkanNawaitu an ukhrija zakatal fitri an (sebutkan nama) fardhan lillahi ta alaArtinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta ala,"Itulah beberapa bacaan niat zakat fitrah ketika umat muslim hendak menunaikan zakat fitrah. Mari tunaikan kewajiban zakat fitrah, jangan sampai terlewat.
Edukasi
Waktu Yang Tepat Untuk Membayar Zakat Fitrah
Pada bulan Ramadhan terdapat ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat muslim yaitu puasa Ramadhan dan juga zakat fitrah. Zakat fitrah ialah salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan dalam agama Islam oleh setiap muslim sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Mungkin diantara kita masih ada yang belum mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membayar zakat fitrah? Zakat fitrah sendiri mempunyai waktu yang paling utama untuk ditunaikan oleh umat muslim dan disarankan tidak memperlambat untuk membayarnya. Dilansir dari laman baznas.jogjakota di bawah ini akan dijelaskan mengenai waktu yang paling utama dalam menunaikan zakat fitrah. 1. Sebelum Hari Raya Idul FitriWaktu yang paling utama untuk menunaikan zakat fitrah ialah sebelum datangnya Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut seiring dengan hadis dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mewajibkan zakat fitrah untuk dibayar sebelum shalat Idul Fitri. Oleh sebab itu umat Islam dianjurkan agar menunaikan zakat fitrah sebelum datangnya Hari Raya Idul Fitri supaya bisa memenuhi kewajiban yang sudah ditentukan.2. Sesudah Matahari Terbenam pada Malam TakbiranApabila kita belum memiliki waktu atau belum sempat membayar zakat fitrah sebelum datangnya Hari Raya Idul Fitri maka waktu yang paling utama berikutnya ialah sesudah terbenamnya matahari di malam takbiran. Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam hadis dari Ibnu Umar yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mewajibkan zakat fitrah untuk dibayar sebelum orang-orang keluar untuk menunaikan shalat Idul Fitri. Oleh sebab itu umat muslim bisa membayar zakat fitrah di malam takbiran, sebelum kita melaksanakan shalat Idul Fitri. 3. Sebelum Matahari Terbit di Hari Raya Idul FitriKemudian waktu yang paling utama yang terakhir untuk membayar zakat fitrah yaitu sebelum matahari terbit di Hari Raya Idul Fitri. Walaupun waktu tersebut dinyatakan cukup riskan, akan tetapi tetap dianjurkan untuk menunaikan zakat fitrah di waktu tersebut, apabila seseorang tersebut belum sempat menunaikannya di waktu sebelumnya. Hal tersebut juga telah dinyatakan dalam hadis dari Abdullah bin Umar yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mewajibkan zakat fitrah untuk dibayar sebelum orang-orang pergi melaksanakan shalat Idul Fitri.Sesungguhnya seseorang yang menunaikan zakat fitrah di waktu yang paling utama, orang tersebut akan mendapatkan keberkahan dan keutamaan tersendiri. Selain itu zakat fitrah ini merupakan sarana dalam mempererat tali silaturahim antar umat muslim dan sebagai cara untuk membantu meringankan beban mereka orang-orang yang membutuhkan. Oleh sebab itu umat muslim diharapkan agar tidak memperlambat dalam menunaikan zakat fitrah, dan lebih baik menyegarakan menunaikan zakat fitrah di waktu yang telah ditetapkan. Itulah penjelasan mengenai waktu yang paling utama untuk menunaikan zakat fitrah bagi seorang muslim, semoga bermanfaat.
Edukasi
Lebih Utama Tahajud Atau Tarawih Saat Ramadhan
Bagi umat Islam, Ramadhan bukanlah sekedar bulan biasa. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, ampunan, dan peningkatan ketakwaan. Di bulan inilah, pintu rahmat Allah SWT terbuka lebar, sehingga setiap muslim berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah di bulan yang istimewa.Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah shalat Tarawih. Namun, banyak dari kita mungkin bertanya-tanya apakah shalat tarawih sama dengan salat tahajud? Meski sama-sama termasuk ibadah Qiyamul Lail atau shalat malam, keduanya ternyata berbeda.Lalu mana yang lebih utama? Shalat Tahajud atau Tarawih saat Ramadhan?Sebelum tahu Jawabannya, mending kita baca perbedaan dari Tarawih dan Shalat Tahajud.Shalat Tarawih dan Tahajud menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan di malam Ramadan, pahalanya pun dilipat gandakan jika kita melaksanakannya.Shalat Tarawih dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan, pelaksanaannya setelah shalat isya. Biasanya setelah kita melaksanakan shalat tarawih akan dilanjutkan dengan shalat witir. Adapun untuk jumlah rakaatnya ada yang melaksanakan 11 rakaat (sudah termasuk witir) dan ada juga yang 23 rakaat (sudah termasuk witir).Sementara shalat tahajud bisa dilakukan setiap malam, Rasulullah bahkan tidak pernah melewatkan shalat tahajud. Selain pahala pelaksanaannya dilipatgandakan, shalat tahajud menjadi salah satu ibadah sunah yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 79.“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji,” (QS. Al-Isra (17): 79). Salat tahajud merupakan ibadah paling utama, setelah salat wajib 5 waktu. Hal itu termuat dalam hadis riwayat Abu Hurairah.“Salat yang paling utama setelah salat wajib adalah qiyamul lail (salat lail/tahajud),” (HR. Muslim).Shalat tahajud boleh dikerjakan dengan syarat seorang muslim telah tidur terlebih dahulu, kendati hanya sebentar, lalu terbangun di sepertiga malam. Waktu pelaksanaan Shalat tahajud adalah bakda salat isya hingga sebelum terbitnya fajar shadiq (waktu subuh).Waktu paling utama menunaikan shalat tahajud yakni di sepertiga malam (pukul 01.00 – sebelum subuh). Shalat tahajud dikerjakan paling sedikit 2 rakaat 1 salam atau sebanyak-banyaknya, selama memenuhi syarat pelaksanaan.Pelaksanaan shalat tahajud di bulan Ramadan dapat dilakukan setelah shalat Tarawih dan witir. Hal ini melihat kebiasaan umat Islam seperti di Indonesia yang mendirikan shalat Tarawih berjemaah dilanjutkan shalat witir. Lalu jika ingin shalat tahajud apakah tidak perlu melaksanakan shalat witir setelah Tarawih ?“Jadikanlah shalat witir sebagai akhir shalat mu di malam hari,” (HR. Muslim).Tidak hanya hadis tersebut, banyak ulama juga mengatakan hal serupa. Kendati demikian, hadis tersebut berisi anjuran bukan kewajiban. Maka dari itu, shalat tahajud tetap dapat dilakukan sekalipun telah menjalankan salat witir bersama salat tarawih berjamaah. Akan tetapi, apabila seorang muslim berniat mendirikan shalat tahajud, dan dirasa kuat bangun malam, dianjurkan baginya meninggalkan shalat witir berjemaah setelah Tarawih. Kemudian, muslim tersebut bisa menjalankan salat witir setelah shalat tahajud sebagaimana sabda Rasulullah Saw. dalam hadis dari jalur Jabir Ra. berikut: “Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam, hendaklah ia melakukan witir pada awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir pada akhir malam, karena shalat pada akhir malam disaksikan (oleh para malaikat) dan hal itu lebih utama,” (HR. Muslim).Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan jika shalat tahajud lebih utama dari tarawih. Namun, supaya kita bisa meraih banyak pahala di bulan suci ini, kita bisa melaksanakan ibadah keduanya. Agar setelah Ramadhan nanti, kita sudah terbiasa melaksanakan Shalat tahajud.Wallahu Alam Bishawab
Edukasi
Tips Khatam Baca Al Quran Selama Ramadhan
Jangan sia-siakan bulan Ramadhan ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, lebih baik kita berlomba-lomba untuk melakukan amal kebaikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, karena pahala yang akan kita dapatkan akan berkali lipat dibandingkan bulan-bulan biasanya. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Ramadhan ialah membaca Alquran. Banyak orang yang ingin mengkhatamkan baca Al-Quran di bulan Ramadhan. Namun terkadang banyak sekali orang yang tidak bisa mengefektifkan waktu untuk membaca Alquran dan menghatamkannya. Berikut ini tips-tips khatam Al-Quran selama bulan Ramadhan. 1. Membaca Al-Qur-an 5 Menit Sebelum dan Setelah ShalatApabila tidak memiliki waktu yang banyak untuk membaca Al-Quran, maka setidaknya manfaatkan waktu shalat fardhu sebelum dan sesudah selama 5 menit. Kita semua harus bisa menginvestasikan waktu lima sampai sepuluh menit saja membaca Al-Quran di setiap shalat, supaya bisa khatam Al-Quran selama sebulan. 2. Sehari 11 LembarDilansir dari laman Kemenag, total halaman pada mushaf Al Quran berbeda-beda. Sebagai contoh, Mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI) yang di cetak oleh Unit Percetakan Al-Quran Kementerian Agama mempunyai 604 halaman.Supaya kita bisa khatam sampai akhir bulan Ramadhan ini yang asumsinya 29 hari, maka setiap hari harus membaca 21 sampai 22 halaman atau 11 lembar. Kalian bisa membaca Al-Quran dengan berbagai variasi waktu dalam sehari, dengan capaian target 21 halaman atau 11 lembar perharinya.Kita bisa mengatur 11 lembar ini sesuai kemampuan kita, seperti misalkan dibagi dalam tiga waktu setiap shalat atau dilakukan dalam satu waktu. 3. Satu Juz di Lima Waktu ShalatApabila dirasa berat untuk dapat memenuhi satu juz satu hari, kita bisa membaginya ketika shalat lima waktu. Misalkan 1 juz terdiri dari 10 lembar daripada berat untuk membaca langsung 10 lembar, kita bisa membaginya menjadi dua lembar setiap sesudah melaksanakan shalat fardhu. 4. One Day One JuzMungkin kita sering mendengar istilah one day one juz atau satu hari satu juz, kita bisa melakukan metode tersebut. Seperti yang kita ketahui Alquran terdiri dari 30 juz sehingga dapat dibagi dalam sehari membaca satu juz. Kita bisa mengatur sendiri kapan waktu yang nyaman untuk membaca Al-Quran 1 juz dalam sehari tersebut. Apabila istiqomah maka dalam sebulan kita bisa mengkhantamkan Al-Quran. 5. Memanfaatkan Aplikasi Al-QuranDi zaman yang serba modern ini kita bisa memanfaatkan teknologi demi memperbanyak amalan ibadah kita. Untuk membaca Al-Quran kita bisa menggunakan aplikasi Alquran di gadget kita masing-masing. Dengan menggunakan aplikasi Al-Quran ini kita bisa membaca Al-Quran di mana saja. Bahkan memanfaatkan aplikasi ini kita bisa menandai ayat terakhir yang kita baca dengan mudah. Serta kita bisa mengatur fitur pengingat untuk membaca Al-Quran. Semua menjadi lebih mudah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Itulah beberapa tips untuk khatam membaca Al-Quran di bulan Ramadhan 1445 H. Semoga Allah SWT memampukan kita untuk selalu beramal sholeh dan dekat terhadap Al-Quran.
Edukasi
Menu Sahur Sehat: Pilihan Makanan Sahur Bergizi Penunjang Kesehatan
Memilih menu sahur sehat dan bergizi adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan memberikan energi yang cukup selama menjalani ibadah puasa Ramadan. Dengan memilih makanan yang tepat, kita dapat memastikan bahwa tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk beraktivitas sepanjang hari tanpa merasa lemah atau lesu.Berikut ini adalah beberapa pilihan makanan sehat yang dapat menjadi menu sahur:1. Karbohidrat kompleks: Memilih sumber karbohidrat yang kompleks dan rendah indeks glikemik adalah kunci untuk mendapatkan energi yang stabil selama puasa. Roti gandum, nasi merah, atau oatmeal merupakan contoh makanan yang kaya serat dan memberikan energi bertahan lama.2. Protein: Protein adalah nutrisi penting yang membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Telur, ayam, ikan, atau kacang-kacangan seperti kacang almond atau kacang-kacangan merupakan sumber protein yang sehat dan rendah lemak.3. Sayuran dan buah-buahan: Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, atau wortel mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk kesehatan tubuh. Buah-buahan segar seperti pisang, apel, atau jeruk juga memberikan tambahan vitamin dan antioksidan yang diperlukan tubuh.4. Produk susu rendah lemak: Yogurt rendah lemak atau susu almond merupakan pilihan yang baik untuk mendapatkan kalsium dan protein tanpa terlalu banyak lemak. Produk susu rendah lemak juga membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi.5. Minuman sehat: Air putih adalah minuman terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama puasa. Selain itu, jus buah tanpa tambahan gula atau smoothie buah-buahan segar juga merupakan pilihan yang baik untuk mendapatkan asupan cairan dan vitamin tambahan.6. Hindari makanan berlemak dan berat: Hindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan gula tambahan, karena dapat membuat Anda merasa lemas dan mengantuk selama puasa. Pilihlah makanan yang rendah lemak dan mudah dicerna untuk menjaga energi tubuh tetap stabil.Dengan memilih menu sahur sehat dan bergizi, kita dapat memastikan bahwa tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menjalani puasa Ramadhan dengan penuh semangat dan kesehatan. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga diberkahi dan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan fisik dan spiritual.